Unwahas Menu
Untitled Document

Ziarah ke Makam Pendiri


Update   14-08-2015


Diesnatalis ke XV Unwahas

 

Memasuki usia ke lima belas (XV) Universitas Wahid Hasyim Semarang yang terletak di jalan Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang terus berbenah untuk menjadi universitas unggulan. Unwahas secara resmi berdiri 8 Agustus 2000, di tengah-tengah era reformasi yang bergejolak di tanah air, unwahas didirikan untuk menjawab tantangan kondisi Indonesia yang penuh  riuh dengan gejolak pada saat itu.

KH. Syamsuddin Anwar dengan penuh semangat dan optimis bersama-sama pengurus yang lain memulai pendirian universitas diawali dari yayasan bernaung di Nahdlatul Ulama. Di dalam Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Bab IV Pasal 6 ditetapkan bahwa dalam upaya mencapai tujuan Nahdlatul Ulama salah satu usahanya adalah di bidang pendidikan, pengajaran dan kebudayaan. Untuk terwujudnya kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam, dan mampu membina dan mengembangkan manusia muslim yang bertakwa, berbudi luhur dan berguna bagi agama, bangsa dan Negara dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Tepat pada tanggal 08 Agustus 2015 seluruh civitas akademika Universitas Wahid Hasyim Semarang di pimpin oleh Rektor, Dr. H. Noor Achamad, MA, berziarah ke makam pendiri KH. Syamsuddin Anwar di desa Jurang, Kec. Gebok Kab. Kudus, didampingi istri almarhun Nyai Siti Mudzakkiroh Syamsuddin Anwar.

Sejarah singkat berdirinya Unwahas

 

Di dalam Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Bab IV Pasal 6 ditetapkan bahwa dalam upaya  mencapai tujuan Nahdlatul Ulama salah satu usahanya adalah di bidang pendidikan, pengajaran dan kebudayaan. Untuk terwujudnya kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam, sehingga mampu membina dan mengembangkan manusia muslim yang bertaqwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas dan terampil, serta berguna bagi agama, bangsa dan negara, perlu dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi. Keputusan ini ternyata  sudah diamanatkan dalam setiap muktamar NU maupun konferensi-konferensi wilayah yang dituangkan dalam setiap program kerjanya.

Untuk merealisasikan amanat tersebut, pada tanggal 7 Mei 1999 di Semarang didirikanlah Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Tengah yang disahkan dengan Akte Notaris Tri Joko Subandrio, S.H. nomor 13 Tahun 1999 tertanggal 7 Mei 1999, dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Ketua                  : Drs. KH. Syamsuddin Anwar
Wk. Ketua            : Drs. H. Achmad
Wk  Ketua             : Drs. H. Ali Mufiz, MPA
Wk. Ketua             : Drs. HM. Chabib Thoha, MA
Wk. Ketua             : Drs. HM. Hoesein Moenawar
Sekretatis              : Drs. Mudzakkir Ali, M.A.
Wk. Sekretaris       : H. Hanief Ismail, Lc.
Bendahara              : Drs. HA. Fatah Dahlan
Wk. Bendahara     : Drs. HA. Sjirozi Zuhdi
Anggota                 : Ir. H. Djoko Wahjudi
Anggota                 : H. Imam Syafi’i
Anggota                 : H. Soewanto
Anggota                 : H. Gautama Setiadi
Anggota                 : KH. Chanif Muslih, Lc.
Anggota              : Drs. HM. Aminuddin Sanwar, M.M.
Anggota             : Mahmutarom HR, SH, M.H.
Anggota              : Tri Setioadi, SH, CN
Anggota              : Drs. H. Satriyan Abd. Rahman
Anggota              : Drs. Amdjad, Al Hafidh, BSc.

 

Yayasan tersebut melakukan persiapan untuk berdirinya sebuah perguruan tinggi dan langkah awal disepakati pendirian Politeknik Nahdlatul Ulama yang selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah Universitas NU.

Pada tanggal 11 Mei 1999, Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah Drs. H. Ahmad menugaskan Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah Drs. HM Chabib Thoha, MA dan Drs. Mudzakkir Ali, MA sebagai sekretaris Yayasan  untuk berkonsultasi kepada Ketua Umum PBNU, KH. Abdulrrahman Wahid di Jakarta tentang rencana pendirian Politeknik NU. Hasil konsultasi Ketua Umum PBNU justru memerintahkan untuk mendirikan Universitas dan membuat proposal untuk kepentingan dimaksud.

Pada tanggal 12 Juli 1999 Ketua YPTNU Drs. KH. Syamsuddin Anwar, Sekretaris YPTNU, Drs Mudzakkir Ali, MA dan Mahmutarom HR, SH, MH Wakil Ketua Panitia Pendiri, berkonsultasi kepada Ketua Umum PBNU yang menggariskan hal-hal sebagai berikut :

1.   Untuk nama Universitas, jangan memakai nama Islam atau NU, tetapi jadikanlah Islam dan NU sebagai ruhnya.

2.   Nama yang tepat bagi universitas tersebut, diperintahkan untuk konsultasi dengan para ulama dan tawassul kepada Almarhum KH Sholeh Darat.

3.   Perlu  diatur ketegasan hubungan hirarkhi antara Universitas dan Yayasannya dengan NU baik PWNU maupun PBNU yang tertuang dalam akta notaris, meskipun tetap mengindahkan ke-mandirian Yayasan dalam pengelolaan Universitas;

4.   Ketua Umum PBNU menyanggupi mencarikan dana untuk pengadaan lahan seluas 10-20 ha. dan pembangunan Gedung Rektorat, satu gedung perkuliahaan serta dana operasional awal sebagai persyaratan pendirian;

5.   Awal perkuliahaan, disetujui dibuka pada tahun akademik 2000/2001.

6.   Untuk pengaturan teknis selanjutnya ditugaskan Ketua PBNU, Fajrul Falakh, SH,MA, MSc sebagai konsultan.

Setelah Pengurus Yayasan dan Panitia Pendiri berkonsultasi dengan Ketua Umum PBNU tersebut, maka diambil langkah-langkah sbb:

1.   Melalui beberapa kali wasilah dan musyawarah mengenai nama Universitas antara lain Universitas Nusantara, Universitas Duta Bangsa, Universitas Kebangsaan dan Universitas Wahid Hasyim. Akhirnya disepakati nama Universitas Wahid Hasyim, dengan pertimbangan beliau adalah salah seorang Pendiri Republik Indonesia. Tokoh Agama dari kalangan NU yang Nasionalis. Nama tersebut disetujui PBNU pada forum konsultasi pada tanggal 6 Agustus 1999.

2.   Mengenai hubungan Hirarkhi Universitas / Yayasan dengan PWNU dan PBNU, dilakukan penyempurnaan terhadap Akta Notaris yang dituangkan dalam Akta No.56 Tahun 1999 tahun 9 Nopember 1999.

Berdasarkan Surat PWNU Jawa Tengah nomor: PW.11/92/D/V/2000 tanggal 23 Mei 2000 tentang Badan Pendiri Yayasan disebutkan bahwa 3 orang ditunjuk PWNU Jawa Tengah adalah :

1.   Drs. KH. Moh. Zuhri;

2.   K. Ubaidillah Shodaqah, SH;

3.   Ir. H. Chukama’ Rifa’i, MT

Kemudian berdasarkan Surat PBNU nomor : 078/A.III.03/3/2000 tanggal 11 Maret 2000 tentang personil PBNU yang ditunjuk mewakili PBNU untuk duduk dalam kepengurusan YPTNU Jawa Tengah adalah :

1.         Drs. KH.A. Wahid Zaini, SH

2.         Prof. Drs. H. Cecep Syarifuddin, Med.

3.         H. M. Fajrul Falakh, SH,MA,MSc.

Dengan demikian Panitia Pendiri Yayasan terdiri dari :

1.      Drs. KH A. Wahid Zaini, SH

2.      Prof. Drs. H. Cecep Syarifuddin Med

3.      H.M.Fajrul Falakh, SH, MA,MSc.

4.      Drs. KH. Moh Zuhri

5.      KH. Ubaidillah Shodaqoh, SH

6.      Ir. H. Chukuma Rifa’i, MS.

7.      Drs. KH. Syamsuddin Anwar

8.      Drs. Ahmad

9.      Drs. H. Ali Mufiz, MPA

10.  Drs. HM Chabib Thoha, MA

11.  Drs. H.A. Fatah Dahlan

12.  Drs. Mudzakkir Ali

13.  Mahmutarom HR, SH.MH

14.  Drs. KH. Amjad Al Hafidz, B.Sc.

15.  Drs. KH Syirozi Zuhdi

Sambil menyempurnakan organisasi  yayasan, maka Yayasan dan Panitia Pendiri Universitas Wahid Hasyim mengajukan per-mohonan pendirian Universitas ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional melalui Kopertis Wilayah VI, dengan surat nomor : YPTNU 09/VIII/1999 tanggal 7 Agustus 1999 tentang Mohon Persetujuan pembukaan Program Studi Baru. Adapun program studi yang diajukan meliputi 10 program studi, yaitu :

1.     Program Studi Manajemen ( S1 )

2.     Program Studi Akuntansi ( D3 )

3.     Program Studi Perpajakan ( D3 )

4.     Program Studi Komunikasi ( D3 )

5.     Program Studi Teknik Informatika ( S1 )

6.     Program Studi Teknik Komputer ( D3 )

7.     Program Studi Teknik Sipil ( D3 )

8.     Program Studi Agrobisnis ( D3 )

9.     Program Studi Produksi dan Teknologi Pakan Ternak ( D3 )

10. Program Studi Farmasi ( S1 )

Untuk memantapkan rencana pembukaan program studi tersebut, Pengurus Yayasan dan Panitia yang terdiri KH. Drs. Syamsuddin Anwar, Drs. Mudzakkir Ali,MA dan Drs. H. Noor Achmad, MA berkonsultasi dengan Kopertis Wilayah VI yang menghasilkan persetujuan rencana Fakultas dengan 10 program studi sebagai   berikut :

1. Fakultas Ekonomi :

a. Program Studi Manajemen ( S1)

b. Program Studi Akuntansi ( S1 )

2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik :

a. Program Studi Ilmu Politik ( S1 )

b. Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (S1)

3. Fakultas Teknik    :

a. Program Studi Teknik Mesin ( S1 )

b. Program Studi Teknik Kimia ( S1 )

c. Program Studi Teknik Elektronika ( D III )

4. Fakultas Pertanian :

a. Program Studi Agrobisnis / Sosial Ekonomi Pertanian  ( S1)

b. Program Studi Produksi dan Teknologi Pakan Ternak ( D III )

5. Fakultas Farmasi dengan Program Studi Farmasi (S1 )

Dengan surat yayasan nomor : YPTNU-24/ U/IX/1999 tanggal 23 September 1999 tentang mohon persetujuan pendirian program studi baru, Alhamdulillah 10 program studi sebagaimana tersebut diatas mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud, berdasarkan Surat Dirjen Dikti nomor : 1888/D4.II/T/12/1999 tanggal 30 Nopember 1999 tentang Pertimbangan untuk pendirian Universitas Wahid Hasyim di Semarang.

Setelah 10 program studi mendapatkan persetujuan DIKTI, dengan surat nomor : 4699/006.2/AKI/1999 tanggal 27 Desember 1999 tentang Pendirian Universitas Wahid Hasyim di Semarang, maka Kopertis Wilayah VI meminta kelengkapan syarat pendirian Universitas Wahid Hasyim Semarang, antara lain: Studi kelayakan, Rencana Induk Pengembangan, Statuta, Kurikulum dan Silabi beserta daftar buku perpustakaan, Dosen Tetap, menyediakan tanah, bangunan dan sarana laborat, referensi bank, Pimpinan Universitas dan lain-lain.

Untuk melengkapi persyaratan tersebut Pengurus yayasan dan Panitia Pendiri mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

1.      Melengkapi segala persyaratan administrasi seperti menyusun Rencana Induk Pengembangan, Laporan hasil Studi Kelayakan, Statuta, Kurikulum dan Silabus masing-masing prodi dengan buku acuannya, referensi bank dan rencana calon pimpinan universitas.

2.      Mengadakan sarana gedung, laborat dan tanah untuk kampus. Untuk pengadaan sarana dan prasarana tersebut, yayasan dan panitia pendiri memperoleh bantuan dari masyarakat, Pemerintah Kota Semarang, sumbangan sukarela dari yayasan dan panitia sendiri, dan pinjaman dari H Hasan Thoha, Ir. H. Joko Wahyudi, keluarga Drs. H. Hendrawan serta pihak lain.

3.      Rekruitmen Dosen Terap, dilakukan dengan membuka pendaftaran dan dilakukan seleksi yang diikuti lebih dari 600 orang. Dari hasil seleksi ditetapkan 72 orang yang diterima.

Setelah syarat-syarat tersebut lengkap, kemudian diajukan ke Kopertis Wilayah VI untuk dapat ditinjau Kopertis beserta tim pakar sesuai bidang ilmu dalam setiap program studi. Pelaksanaan peninjauan pada tanggal 6 Juli 2000 oleh Tim dari Kopertis Wilayah VI bersama tim pakar. Sesuai dengan bidang kepakarannya, Program studi Farmasi diverifikasi oleh Tim pakar dari Fak. Farmasi UGM Yogyakarta. Progdi Teknik Mesin, Teknik Kimia dan Teknik Elektronika diverifikasi oleh Tim Pakar dari Fakultas Teknik Undip Semarang, Program Produksi & Teknologi Pakan Ternak diverifikasi oleh Tim pakar dari Fakultas Peternakan Undip Semarang. Sedangkan Progdi Agrobisnis diverifikasi oleh tim pakar dari Fakultas Pertanian UNS Surakarta.

Berdasarkan presentasi, evaluasi dan verifikasi tim pakar, Alhamdulillah pada tanggal 26 Juli 2000, semua tim pakar telah menyetujui dan memberi ketetapan kelayakan laborat pada semua program studi eksakta di lingkungan Universitas Wahid Hasyim Semarang. Akhirnya Kopertis Wilayah VI memberikan rekomendasi pendirian ke Dirjen Dikti dengan Rekomendasi pendirian ke Dirjen Dikti dengan surat nomor : 1727/O06.2/AK3/2000 tanggal 31 Juli 2000 tentang Rekomendasi permohonan pendirian Universitas Wahid Hasyim di Semarang . Pada tanggal 2 Agustus 2000, Panitia bertugas ke Jakarta guna mengurus ijin ke Dikti, melapor ke PBNU dan silaturahmi ke Yayasan Wahid Hasyim di Jakarta. Yang bertugas ke Jakarta adalah KH. Syamsuddin Anwar, Drs.HM. Hoesein Moenawar, Drs Mudzakkir Ali,MA, Ir. H. Djoko Wahyudi, Drs.H.Noor Achmad,MA, Drs,HM.Aminuddin Sanwar dan Mahmutarom HR, SH, MH. Pada tanggal 8 Agustus 2000, Mendiknas melalui Dirjen Dikti mengeluarkan ijin pendirian dengan Nomor :124/D/O/2000 tentang Pendirian Universitas Wahid Hasyim di Semarang dan Pemberian Status Terdaftar kepada 10 (sepuluh) Program Studi untuk jenjang pendidikan Program S1 dan D III di lingkungan Universitas Wahid Hasyim di Semarang, yang penyerahannya dilakukan Kopertis wilayah VI pada tanggal 9 Agustus 2000.

Setelah 10 program studi mendapat ijin, sebagai universitas yang salah satunya mengemban misi agama, maka Yayasan dan Panitia Pendiri mengajukan permohonan membuka Fakultas Agama dengan Progdi Pendidikan Agama Islam dan Muamalat kepada Menteri Agama Republik Indonesia melalui Kopertais Wilayah X Jawa Tengah. Dengan Surat Keputusan Kopertais Wilayah X Jawa Tengah nomor: 8 tahun 2000 tanggal 15 September 2000 tentang Pemberian Ijin Operasional Program Strata satu Jurusan Pendidikan Agama Islam ( Tarbiyah ) dan jurusan Muamalat ( Syariah ) Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang, maka Universitas Wahid Hasyim Semarang mempunyai 6 Fakultas dengan 12 Program Studi. Selanjutnya Fakultas Agama tersebut kemudian berubah status dari Ijin Operasional menjadi Status Terdaftar dengan Keputusan Diren Binbaga Depag RI nomor : E/152/2001 tanggal 29 Mei 2001.

Dengan telah diterimanya surat ijin dari Pemerintah Republik Indonesia ( Dirjen Dikti dan Kopertais Wilayah X Jawa Tengah ), maka mulai Tahun Akademik 2000-2001, Universitas Wahid Hasyim X Jawa Tengah),  Universitas Wahid Hasyim secara resmi melakukan kegiatan operasionalnya sebuah lembaga pendidikan tinggi baru.

Kemudian dalam perkembangan berlanjut Universitas Wahid Hasyim Semarang bertambah satu program studi yaitu Ilmu Hukum sesuai dengan ijin penyelenggaraan No.1171/D/T/2005 tanggal 07 April 2005. Pada tahun 2008 Universitas Wahid Hasyim mengembangkan program studi Pendidikan Agama Islam dan Mu’amalat dengan membuka Program Pasca Sarjana (S2) sesuai dengan ijin penyelenggaraan Nomor: Dj.I / 358 / 2008 tanggal 08 Oktober 2008.

Unwahas Terus Berbenah

            Alhamdulillah sekarang ini Unwahas telah meraih Akreditasi Institusi dengan predikat “B” dari BAN-PT dengan Sk Nomor : 310/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2014. Dengan program studi Strata Satu : Farmasi, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Islam, Ilmu Politik, Hubungan International, Agibisnis,  Hukum, Pendidikan Olahraga, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, Hukum Ekonomi Syariah, Program Profesi Apoteker, Program Pascasarjana : Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Hukum Ekonomi Syari’ah, kesemuanya dengan predikat akrerditasi rata-rata B. Unwahas juga sedang menunggu turunnya ijin dikti untuk Program Studi Kedokteran, dengan visi sebagai kampus Aswaja, Unwahas berteka menjadi universitas yang unggul dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal jama’ah.
Untitled Document
 
Untitled Document

FASILITAS


Blog & Jejaring Sosial
Unwahas Digital Library
Learning Center - ELSI
Webmail Unwahas
Wiki Unwahas

FAKULTAS


Fakultas Agama Islam
Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
FKIP
Fakultas Ilmu Sospol
Fakultas Hukum

Fakultas Pertanian
Fakultas Teknik
Pasca Sarjana

AKADEMIK


Sikadu Mahasiswa
Sikadu Dosen
Sistem Informasi Akademik
Sistem Informasi Kepegawaian
Sistem Informasi Wisuda

Sistem Informasi Tugas Akhir
Unduh KRS-KHS-TRANSKIP

 

KONTAK KAMI


Universitas Wahid Hasyim
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang Telp./Fax : (024) 8505680 (024) 70785578 / 8505681
e-mail : wahidhasyim@unwahas.ac.id
http://www.unwahas.ac.id

©Copyright 2014 UNWAHAS All right Reserved