Unwahas Menu
Untitled Document

Unwahas Teguhkan Karaker Aswaja


Update   14-08-2015

 Diesnatalis ke XV unwahas

            Memasuki usia ke XV Universitas Wahid Hasyim Semarang, Senin 10 Agustus 2015 menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka UniversitasWahid Hasyim Semarang. Upacara peringatan secara khidmah dengan di hadiri seluruh pengurus yayasan Wahid Hasyim dan civitas akademika Universitas Wahid Hasyim Semarang.

            Rektor sekaligus ketua senat Unwahas mengingatkan bahwa kampus ini lahir pada saat Gus Dur menjadi presiden dimana bangsa Indonesia ini sedang mengalami krisis multidimensional. Unwahas lahir di tengah reformasi dengan tujuan mengemban semangat kekuatan misi moralitas dan misi semangat untuk memperbaiki bangsa. Unwahas menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi kita semua dalam rangka memperbaiki sendi-sendi multi krisis. Sebagaimana Allah SWT mempersiapkan Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pemimpin dengan 3 prinsip yang harus kita pelajari. Prinsip pertama, Prinsip Iqro. Dengan prinsip ini, kita diharuskan memiliki pengetahuan yang cukup dan harus menjadi orang yang ber ilmu. Prinsip kedua, Prinsip Ya Ayyuhal Mudassir. Prinsip ini mengandung makna bahwa mempunyai pengetahuan saja tidaklah cukup, prinsip ini mengajarkan kepada kita untuk membuka transformasi pengetahuan, moral dan semangat harus menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap bangkit dan tetap mengatasnamakan bahwa Allah Maha Besar. Unwhasa sebagai lembaga organisasi harus bersih terhindar dari noda-noda, karena Unwahas lahir untuk memperbaiki bangsa. Perjuangan yang kita tuju selama ini bukan semata-mata karena materi dan semuanya harus kita kembalikan kepada Allah SWT. Prinsip ke tiga, Prinsip Ya Ayyuhal Mujammil. Dengan prinsip ini, kita diharuskan untuk mereformasi mental kita, bahwa kita harus berani prihatin. Tanpa adanya rasa keprihatinan untuk mengelola sebuah lembaga tidak akan berhasil.

            Tiga prinsip ini harus kita jadikan sebagai pedoman. Alhamdulillah kita berjalan sudah sesuai dengan visi dan misi Unwahas. Dengan program 25 tahunan sekarang ini sudah mencapai capaian 5 tahun ke empat. Tahun ini sebagai tahun semangat mencari terobosan-terobosan, termasuk pendirian Fakultas Kedokteran. Pada tahun ini pula tahun kebangkitan untuk penelitian-penelitian dan pengembangan kerja sama dengan pihak lain diantaranya instansi pemerintah, dan beberapa universitas di luar negeri. Kita teguhkan untuk tetap menjunjung tinggi Aswaja yang sekarang ini sedang menjadi trend dunia internasional.

 

Suksek Suatu Usaha Bukan Pemberian.

 

            Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim H. Suwanto, SE. MM, menegaskan bahwa memasuki usia ke 15 di ibaratkan seorang wanita sedang mekar-mekarnya. Bagi kaum lelaki sedang musim mimpi. Artinya bahwa kita harus memiliki mimpi untuk sukses. Karena sukses itu merupakan suatu usaha bukan pemberian. Dengan kerja keras dan karakter pikir kita menjadi cerdas dan kreatif. Selama ini kita menerima mahasiswa dari latar belakang yang berbeda-beda, kita didik di Unwahas menjadi mahasiswa yang memiliki karakter Aswaja. Ketua yayasan menambahkan bahwa ada tiga karakter kita supaya bias sukses, pertama, tidak cepat puas diri, kedua, tidak pernah berhenti untuk ber inovasi, ketiga, tidak pernah merusak citra diri, bahwa kesuksesan yang kita miliki harus disertai dengan akhlak yang mulia. Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan untuk menuju sukses. Yaitu visi dan misi yang jelas, sasaran yang jelas dan realistis, susun strategi untuk meraih kesuksesan, yakin bahwa kita bias sukses dan segera ulangi jika belum berhasil. Menurut H Suwanto langkah menuju kesuksesan.

            Acara Dies Natalis ke XV Unwahas di akhiri dengan orasi ilmiah oleh DR. H. Muhammad Syaifuddin, MA, dosen Program Pascasarjana Unwahas. Dalam orasinya menegaskan bahwa misi diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk menyeimbangkan akal dan keimanan secara maksimal dan tanggung jawab. Dengan akal dan keimanan yang seimbang, dua dimensi tersebut akan menghasilkan tafsir yang indah menunjukkan kemegahan Al-Qur’an sekaligus bisa dimanfaatkan oleh manusia. Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yang pertama adalah perintah untuk melihat alam, lingkungan sekitar dan segala apa yang ada di sekitar kita dengan metode induktif. Secara tidak langsung Al-Qur’an telah mengapresiasi kecenderungan olah pikir yang pernah berjaya selama enam sampai tujuh abad menjelang kelahiran Isa Al-Masih. Marilah kita jadikan Al-Qur’an sebagai penyeimbang ideal antara Iman dan Akal. Menurut DR. Syaifuddin, MA yang berhasil menyelesaikan pendidikan strata dua dan program doktoralnya di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir.

Untitled Document
 
Untitled Document

FASILITAS


Blog & Jejaring Sosial
Unwahas Digital Library
Learning Center - ELSI
Webmail Unwahas
Wiki Unwahas

FAKULTAS


Fakultas Agama Islam
Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
FKIP
Fakultas Ilmu Sospol
Fakultas Hukum

Fakultas Pertanian
Fakultas Teknik
Pasca Sarjana

AKADEMIK


Sikadu Mahasiswa
Sikadu Dosen
Sistem Informasi Akademik
Sistem Informasi Kepegawaian
Sistem Informasi Wisuda

Sistem Informasi Tugas Akhir
Unduh KRS-KHS-TRANSKIP

 

KONTAK KAMI


Universitas Wahid Hasyim
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang Telp./Fax : (024) 8505680 (024) 70785578 / 8505681
e-mail : wahidhasyim@unwahas.ac.id
http://www.unwahas.ac.id

©Copyright 2014 UNWAHAS All right Reserved